HERDIANA DYAH SUSANTI
ABSTRAK
Kerupuk
bawang mempunyai keunikan yaitu adonan setengah matangnya yang kenyal dan sulit
dipotong tipis-tipis,
hasil potongan
bisa bagus hanya dengan menggunakan slicer. Para
pelaku home industry banyak yang mengeluh bahwa keuntungan hasil produksi
mereka tidak dapat maksimal. Berdasarkan aspek pasar, penggantian
sarana produksi pada proses pemotongan dari pisau konvensional dengan
menggunakan mesin potong baru di UD. Output
pisau konvensional = 60 Kg per hari dan mesin potong kerupuk yang baru = 100 Kg
per hari. Begitu juga dari aspek keuangan dinilai layak karena dengan mesin
potong yang baru diperoleh NPV Rp. 514.604.751, IRR 65,88%, dan
DPP 2 tahun 11 bulan. Penggantian
sarana produksi pada proses pemotongan layak karena jumlah penghasilan yang
diperoleh lebih besar dibandingkan
biaya untuk investasi program dengan ROI sebesar 1, 44.
PENDAHULUAN
Salah satu home industry yang saat
ini terus berkembang dan persaingannya semakin ketat adalah home industry
kerupuk, khususnya kerupuk bawang. Home
industrykerupuk yang tidak bisa bersaing untuk memaksimalkan keuntungan hasil
produksi mereka akan mati, karena persaingan di dunia industri hanya akan
didominasi dengan pelaku yang kreatif untuk meningkatkan keuntungan hasil
produksi mereka. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan sarana produksi
untuk peningkatan kapasitas produksi dan melakukan studi kelayakan dengan
menganalisis aspek pasar, teknis, dan keuangan.
METODE
Tahapan penelitian dimulai dari
melakukan studi kelayakan dari aspek pasar untuk mencari pasar potensial (PP)
dan mencari pangsa pasar UD. Kalirejo.setelah penentuan pasar maka langkah selanjutnya
adalah memperbaiki proses produksi dengan dengan merancang mesin alternatif
pemotong kerupuk yang baru. Berdasarkan usulan tersebut, melakukan studi
kelayakan dari aspek teknik dengan menganalisa output yang dihasilkan dari
mesin alternatif pemotong kerupuk dan pisau tangan konvensional dengan
menggunakan metode time study
Dan
langkah selanjutnya berdasarka studi kelayakan dari aspek ekonomi dengan
membandingkan MARR dan IRR
Metode IRR langsung mengambil
perkiraan internal interest rate(i) dengan net cash flowyang umum atau memenuhi
pada akhir umum proyek dan diinvestasikan kembali (dipinjamkan) diluar
perusahaan. Umumnya semuacash outflow dihitung/dikonversikan ke periode 0 (awal
proyek) juga pada bunga yang ditentukan
(internal rate) sebesar i%. Sementara semua
cash inflow dikonversikan ke periode n (akhir proyek) juga pada bunga sebesar i%.
Bentuk umum persamaan IRR
adalah menggunakan i% dengan bentuk
sebagai berikut:
NPV1 - 0
IRR = R1 +(R2 - R1)
NPV1 – NPV2
....................(1)
Di mana:IRR=Internal rate of return
R1=suku bunga trial1
R2=suku bungan trial
2NPV1=Net present value trial
NPV2=Net present value trial 2
Metode discounted payback period
adalah perhitungan atau penentuan jangka waktu yang dibutuhkan untuk menutup
initial invesmentdari suatu proyek dengan menggunakan net cash flow yang
dihasilkan oleh proyek tersebut (Umar, 2005). Dengan mempertimbangkan nilai
waktu dari uang dan nilai cash flow
secara satu per satu dari periode
maka metode discounted payback period dirumuskan sebagai berikut:
HASIL DAN
PEMBAHASAN
Kapasitas
UD.kalirejo dengan Menggunakan Pisau Konvensional
Proses
produksi kerupuk bawang di UD. Kalirejo dimulai dari menimbang bahan-bahan,
menghaluskan bawang dengan menggunakan mesin yang dipakai memiliki putaran yang
konstan (jenis motor AC) sebesar 1500 rpm (putaran per menit). Untuk
selanjutnya putaran ini didefinisikan sebagai N0 untuk memudahkan perhitungan.
Dengan perbedaan diameter pulley yang dipakai secara berpasangan, maka putaran
tersebut akan tereduksi menjadi lebih rendah, sesuai dengan perbandingan
diameter pulley
Peningkatan
Kapasitas Produksi Kerupuk Bawang dengan Penggantian Sarana Produksi
Hal ini
disebabkan motor mesin potong yang baru maka kapasitas per hari UD. Kalirejo
adalah 18 x 6 = 108 kg per hari. Jadi output kerupuk bawang dengan menggunakan
pisau potong konvensional sebesar 60 Kg per hari dan output kerupuk bawang
dengan menggunakan mesin potong kerupuk yang baru sebesar 100 Kg per hari
karena kapasitas alat untuk memasak kerupuk hanya 100 Kg.
SIMPULAN
Berdasarkan aspek pasar,
penggantian sarana produksi pada proses pemotongan di UD. Kalirejo
dinilai layak karena dari data
permintaan yang ada saat ini cenderung mengalami kenaikan yang
signifikan. Berdasarkan aspek teknik,
mesin potong kerupuk yang baru dinilai layak karena
output yang dihasilkan dengan
menggunakan mesin potong yang baru lebih besar dari output menggunakan pisau
konvensional. Begitu juga dari aspek keuangan, mesin potong kerupuk yang baru
dinilai layak
karena NPV, IRR, Discounted Payback
Period yang dihasilkan dengan menggunakan mesin potong yang
baru lebih besar dari NPV, IRR,
Discounted Payback Period menggunakan pisau konvensional. Investasi
dengan mengganti pisau konvensional
dengan mesin potong kerupuk yang baru disimpulkan layak karena menghasilkan ROI
sebesar 1
http://www.atep-afia.net/2013/12/ttki-kk-tugas-m12-ringkasan-artikel.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar