Jumat, 19 Desember 2014

ANALISA KELAYAKAN INVESTASI PERBAIKAN SARANA PRODUKSI PADA HOME INDUSTRI KERUPUK BAWANG



HERDIANA DYAH SUSANTI


ABSTRAK
          Kerupuk bawang mempunyai keunikan yaitu adonan setengah matangnya yang kenyal dan sulit dipotong tipis-tipis,
hasil potongan bisa bagus hanya dengan menggunakan slicer. Para pelaku home industry banyak yang mengeluh bahwa keuntungan hasil produksi mereka tidak dapat maksimal. Berdasarkan aspek pasar, penggantian sarana produksi pada proses pemotongan dari pisau konvensional dengan menggunakan mesin potong baru di UD. Output pisau konvensional = 60 Kg per hari dan mesin potong kerupuk yang baru = 100 Kg per hari. Begitu juga dari aspek keuangan dinilai layak karena dengan mesin potong yang baru diperoleh NPV Rp. 514.604.751, IRR 65,88%, dan
DPP 2 tahun 11 bulan. Penggantian sarana produksi pada proses pemotongan layak karena jumlah penghasilan yang
diperoleh lebih besar dibandingkan biaya untuk investasi program dengan ROI sebesar 1, 44.


PENDAHULUAN

          Salah satu home industry yang saat ini terus berkembang dan persaingannya semakin ketat adalah home industry kerupuk, khususnya kerupuk bawang. Home industrykerupuk yang tidak bisa bersaing untuk memaksimalkan keuntungan hasil produksi mereka akan mati, karena persaingan di dunia industri hanya akan didominasi dengan pelaku yang kreatif untuk meningkatkan keuntungan hasil produksi mereka. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan sarana produksi untuk peningkatan kapasitas produksi dan melakukan studi kelayakan dengan menganalisis aspek pasar, teknis, dan keuangan.

METODE
        Tahapan penelitian dimulai dari melakukan studi kelayakan dari aspek pasar untuk mencari pasar potensial (PP) dan mencari pangsa pasar UD. Kalirejo.setelah penentuan pasar maka langkah selanjutnya adalah memperbaiki proses produksi dengan dengan merancang mesin alternatif pemotong kerupuk yang baru. Berdasarkan usulan tersebut, melakukan studi kelayakan dari aspek teknik dengan menganalisa output yang dihasilkan dari mesin alternatif pemotong kerupuk dan pisau tangan konvensional dengan menggunakan metode time study
Dan langkah selanjutnya berdasarka studi kelayakan dari aspek ekonomi dengan membandingkan MARR dan IRR
Metode IRR langsung mengambil perkiraan internal interest rate(i) dengan net cash flowyang umum atau memenuhi pada akhir umum proyek dan diinvestasikan kembali (dipinjamkan) diluar perusahaan. Umumnya semuacash outflow dihitung/dikonversikan ke periode 0 (awal proyek) juga pada bunga yang ditentukan
 (internal rate) sebesar i%. Sementara semua cash inflow dikonversikan ke periode n (akhir proyek) juga  pada bunga sebesar i%.
Bentuk umum persamaan IRR
adalah menggunakan i% dengan bentuk sebagai berikut:
NPV1 - 0
IRR = R1 +(R2 - R1)
NPV1 – NPV2
....................(1)
Di mana:IRR=Internal rate of return
R1=suku bunga trial1
R2=suku bungan trial
2NPV1=Net present value trial
NPV2=Net present value trial 2
Metode discounted payback period adalah perhitungan atau penentuan jangka waktu yang dibutuhkan untuk menutup initial invesmentdari suatu proyek dengan menggunakan net cash flow yang dihasilkan oleh proyek tersebut (Umar, 2005). Dengan mempertimbangkan nilai waktu dari uang dan nilai cash flow
secara satu per satu dari periode maka metode discounted payback period dirumuskan sebagai berikut:

HASIL DAN PEMBAHASAN
     Kapasitas  UD.kalirejo dengan Menggunakan Pisau Konvensional
Proses produksi kerupuk bawang di UD. Kalirejo dimulai dari menimbang bahan-bahan, menghaluskan bawang dengan menggunakan mesin yang dipakai memiliki putaran yang konstan (jenis motor AC) sebesar 1500 rpm (putaran per menit). Untuk selanjutnya putaran ini didefinisikan sebagai N0 untuk memudahkan perhitungan. Dengan perbedaan diameter pulley yang dipakai secara berpasangan, maka putaran tersebut akan tereduksi menjadi lebih rendah, sesuai dengan perbandingan diameter pulley
                                                                                      
Peningkatan Kapasitas Produksi Kerupuk Bawang dengan Penggantian Sarana Produksi
Hal ini disebabkan motor mesin potong yang baru maka kapasitas per hari UD. Kalirejo adalah 18 x 6 = 108 kg per hari. Jadi output kerupuk bawang dengan menggunakan pisau potong konvensional sebesar 60 Kg per hari dan output kerupuk bawang dengan menggunakan mesin potong kerupuk yang baru sebesar 100 Kg per hari karena kapasitas alat untuk memasak kerupuk hanya 100 Kg.
SIMPULAN
              Berdasarkan aspek pasar, penggantian sarana produksi pada proses pemotongan di UD. Kalirejo
dinilai layak karena dari data permintaan yang ada saat ini cenderung mengalami kenaikan yang
signifikan. Berdasarkan aspek teknik, mesin potong kerupuk yang baru dinilai layak karena
output yang dihasilkan dengan menggunakan mesin potong yang baru lebih besar dari output menggunakan pisau konvensional. Begitu juga dari aspek keuangan, mesin potong kerupuk yang baru dinilai layak
karena NPV, IRR, Discounted Payback Period yang dihasilkan dengan menggunakan mesin potong yang
baru lebih besar dari NPV, IRR, Discounted Payback Period menggunakan pisau konvensional. Investasi
dengan mengganti pisau konvensional dengan mesin potong kerupuk yang baru disimpulkan layak karena menghasilkan ROI sebesar 1




http://www.atep-afia.net/2013/12/ttki-kk-tugas-m12-ringkasan-artikel.html




Tidak ada komentar:

Posting Komentar